Selasa, 02 April 2013

Surat Dahlan



Bagi setiap perantau sepertiku, rindu adalah hantu yang paling menakutkan.

Tak ada yang tahu bagaimana ia mendatangiku setiap waktu.

… begitu menyiksa, menggeretakkan tulang-tulang ketabahan.
 
Karang Asam, Samarinda, Bumi Etam.
D
ua tahun telah berlalu, sejak Dahlan meninggalkan Kebon Dalem. Sayangnya, merantau dan menjadi mahasiswa tidak semudah yang dibayangkan. Perkuliahan berlangsung melenceng jauh dari rencana awal, sementara kerinduan terhadap kampung halaman dan orang-orang terkasih selalu menyesakkan dadanya. Belum lagi Dahlan harus dihadapkan pada pilihan yang sulit antara janji temu dengan cinta pertama, lamaran sahabat baiknya, dan cinta baru yang dia temukan di tempat rantauan.

            Dahlan muda yang penuh semangat juang berusaha untuk tidak mengalah pada rindu. Kepeduliannya terhadap negeri yang kacau balau kala itu, membuatnya memutuskan untuk mengabdi pada masa depan bangsa melalui gerakan-gerakan kemahasiswaan. Dianggap memberontak, Dahlan dan rekan-rekan mahasiwanya menjadi buronan  pemerintah. Dia harus berlari dan bersembunyi dari kejaran tentara. Di tengah pelariannya, takdir mempertemukannya dengan Sayid, seorang guru sekaligus sahabat, yang mengenalkan Dahlan pada media dan memberikannya kesempatan untuk membuka lembaran baru dalam hidupnya.

Trilogi Novel Dahlan Iskan
            Bagaimana Dahlan memulai semuanya itu dari bawah, penuh dengan perjuangan keras dan prinsip hidupnya yang selalu diutamakan adalah KERJA.... KERJA.... KERJA...!!!!, sehingga karirnya melejit secara pasti. Dan bagaimana kisah cintanya selama merantau di Bumi Etam...??? Hingga munculah gelar “LAKI-LAKI YANG TIDAK ROMANTIS....”. Semua itu diceritakan dalam Buku Trilogi ini. Dan kita tunggu episode terakhir dari Trilogi ini yaitu ...SENYUM DAHLAN...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar