Jumat, 14 Desember 2012

Petunjuk Menikmati Hidup dan Pekerjaan


Petunjuk Menikmati Hidup & Pekerjaan

ANDA MUNGKIN MENGGUNAKAN SEBAGIAN BESAR WAKTU UNTUK BEKERJA, APAKAH ANDA MENIKMATI PEKERJAAN SEPERTI YANG ANDA HARAPKAN? .......
                Sikap terhadap kerja dapat menentukan apakah hidup seseorang akan penuh kegembiraan dan kepuasan, atau malah lesu, frustrasi, dan membosankan. Penulis beken DALE CARNEGIE menunjukan bagaimana memetik kepuasan kerja sebesar-besarnya dengan sepanjang waktu menggali dan menggunakan bakat dan kemampuan yang selama ini tidak Anda sadari.
Saran-saran DALE CARNEGIE akan membantu anda untuk :
·         Memperoleh kedamaian dan kebahagiaan.
·         Menghadapi orang lain dengan nyaman.
·         Mempersuasi orang.
·         Mengubah orang tanpa menimbulkan perlawanan atau sakit hati.

                Buku “PETUNJUK MENIKMATI HIDUP DAN PEKERJAAN” akan membantu Anda mencapai tujuan, kalau yang Anda inginkan adalah hidup yang lebih berhasil, bermakna, dan seimbang. Mulailah mengisi hari-hari hidup Anda dengan kebahagiaan dan kepuasan. Mulailah memperkaya hidup Anda sejak hari ini......
Selamat Membaca....!!!!

Senin, 12 November 2012

Gus Dur! Siapa Sih Sampeyan?


Tafsir, Teori & Pernyataan Gus Dur

Buku ini bercerita tentang sisi Gus Dur sebagai sosok Kharismatik dalam hal ajaran Agama Islam, tetapi pola pikirNya sangat Humanis, Demokratis, Pluralis & Sosialis. Bagaimana ketika Gus Dur merantau ke luar negri untuk mendapatkan pendidikan yang lebih dari sekedar Pondok Pesantren yang notabene adalah tempat pendidikan turun-temurun dari kakekNya yang seorang toko pendiri NU di Indonesia.
            Beberapa kasus yang ditulis dalam buku ini mengingatkan kita pada kejadian Reformasi tahun 1998, dimana Gus Dur selaku tokoh Ulama yang disegani di Indonesia menenangkan para mahasiswa untuk mundur dan menenangkan diri dari demo yang terjadi saat itu. Pada saat Gus Dur menyampaikan hal tersebut, betapa beliau di kecam oleh seluruh lapisan masyarakan bahwa Gus Dur tidak Pro terhadap rakyat Indonesia.
            Ide-ide atau pendapat Gus Dur terkait dengan Politik serta Keagamaan di Indonesia terkadang sangat Kritis, tetapi semua itu tergantu pada pola penafsiran dari diri kita masing-masing. Dalam buku ini membahas mengenai sisi lain dari penafsiran yang sesungguhnya dan jauh dari nalar kita serta dapat membuat kita mengerti dengan jelas “apa yang sesunggunya ada di dalam pemikiran Gus Dur sebagai tokoh yang berpengaruh di Indonesia”.
            Ada pula ketika Gus Dur menyampaikan pernyataan yang membuat resah di kalangan Anggota DPR ketika beliau menyatakan telah mengetahui siapa dalang dari kasus pembantaian Dukun Santet di Banyuwangi dan Situbondo pada bulan Oktober 1998. Begitu hebohnya pernyataan tersebut sehingga membuat masyarakat pada umumnya yang tidak mengerti akhirnya dapat melihat kejadian tersebut yang telah dirahasiakan oleh oknum-oknum dari instansi terkait. Pada saat seperti inilah kita bisa menilai akan pola pikir Gus Dur yang begitu Kritis dan terkadang kita tidak dapat menjangkaunya.
            Dalam buku ini anda dapat mengerti secara jelas dan gamblang bagaimana Gus Dur berfikir, berbicara, dan bertindak. Selamat Jalan Gus Dur...... Anda telah mengukir Sejarah Baru di negri tercinta kita ini..... INDONESIA....!!!

Selasa, 23 Oktober 2012

From Beirut to Jerusalem


DR. ANG SWEE CHAI

Pengalamanku di Sabra-Shatila menyadarkanku bahwa orang Palestina adalah manusia. Kebodohan dan prasangka telah membutakan mataku dari penderitaan bangsa Palestina. Buku ini adalah kesaksian dari Dr. Ang Swee.

Mulanya, karena latar belakang religinya, dr. Ang Swee Chai adalah pendukung Israel. Di matanya, orang Palestina adalah teroris. Namun, pada 1982, Israel menyerang Beirut dengan brutal.

Ia putuskan untuk membuktikan sendiri dengan menjadi sukarelawan medis di Beirut. Di sana, di kamp pengungsian Palestina, setelah menjadi saksi Pembantaian Sabra-Shatila, akhirnya ia temukan jawaban. Ia berbalik memihak rakyat Palestina, memihak keadilan dan kemanusiaan. Di tanah asing, ia pertaruhkan nyawanya untuk membela orang-orang yang tak punya hubungan darah maupun etnis dengan dirinya, untuk melaksanakan kewajibannya sebagai dokter, sebagai manusia.

Dr. Ang Swee Chai lahir di Malaysia dan dibesarkan di Singapura. Sejak 1977, bersama suaminya tinggal di Inggris. Kini, ia bekerja di St. Bartholomew’s Hospital dan the Royal London Hospital sebagai orthopaedic consultant.

Setelah terjadinya Pembantaian Sabra-Shatila, bersama beberapa rekannya, dr. Ang membentuk Medical Aid for Palestinians (MAP). Pada 1987, Pemimpin PLO, Yasser Arafat, menganugerahi dr. Ang Star of Palestine, penghargaan tertinggi bagi pengabdian kepada rakyat Palestina. Hingga kini, melalui MAP dr. Ang terus aktif membantu bangsa Palestina.

Note: Kesimpulan pembaca adalah, “JIKA MENJADI SEORANG DOKTER TIDAKLAH DIBENARKAN UNTUK MEMIHAK DALAM PROSES PENGOBATAN MAUPUN PERAWATAN TERHADAP PASIEN, KARENA ETIKA KEDOKTERAN ADALAH MENYEMBUHKAN UMAT MANUSIA TANPA MEMANDANG SUKU, AGAMA & RAS.

Kamis, 04 Oktober 2012

LIFE WITHOUT LIMITS


Tanpa Lengan & Tungkai

            “Orang kerap bertanya bagaimana aku bisa bahagia walaupun tidak punya lengan dan tungkai. Jawaban cepatku adalah aku punya pilihan. Aku bisa merasa marah karena tidak punya tungkai, atau aku bisa bersyukur karena punya tujuan. Aku memilih sikap bersyukur. Kau juga bisa melakukannya.”—Nick Vujicic
           
Life Without Limits adalah buku inspiratif yang ditulis oleh orang biasa. Nick Vujicic, yang terlahir tanpa lengan dan tungkai, mengatasi cacat tubuhnya dengan menjalani kehidupan yang tidak hanya mandiri, tapi juga kaya dan penuh; menjadi teladan bagi siapa pun yang mencari kebahagiaan abadi. Dia sekarang merupakan pembicara motivasi yang sukses secara internasional dan pernah datang di Indonesia seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya. Pesan utamanya adalah: tujuan terpenting siapa pun adalah menemukan tujuan hidup, terlepas dari kesulitan apa pun atau rintangan apa pun yang sepertinya mustahil dilalui.
            Nick menceritakan cacat fisik dan pertempuran emosi yang dialaminya saat berusaha mengatasi keadaannya semasa kecil, remaja, dan menjelang dewasa muda. “Untuk waktu yang terasa sangat lama dan sepi, aku bertanya-tanya apakah ada orang lain di dunia ini yang seperti aku, serta apakah ada tujuan lain dalam kehidupanku selain rasa sakit dan terhina.” Dia berbagi tentang bagaimana imannya terhadap Tuhan menjadi sumber kekuatan utamanya dan menjelaskan bahwa begitu dia menemukan tujuan kehidupan—menginspirasi orang lain untuk menjadikan kehidupan mereka serta dunia lebih baik—dia mendapatkan kepercayaan diri untuk membangun kehidupan tanpa batas yang produktif dan membawa berkah.
            Buku ini juga sangan menginspirasi bagi kita semua yang berada dalam kondisi yang normal dan sehat, oleh karena itu anda wajib membaca buku ini. Ada sedikit catatan koreksi dari pembaca yaitu kurangnya FOTO atau DOKUMENTASI yang di lampirkan di dalam buku ini sehingga sebagai pembaca kita hanya bisa menghayal saja tanpa melihat kondisi yang sebenarnya. Disamping itu pula anda dapat mengunjungi website nya di http://lifewithoutlimbs.org & www.nickvujicic.com

Senin, 17 September 2012

A Long Way Gone

Ismael Beah
      Di dalam lebih dari 50 Konflik penuh kekerasan di dunia ini, diperkirakan ada 300.000 Personel Tentara Anak-Anak. Ishmael Beah adalah salah satunya dan dia berasal dari desa MATTRU JONG. Dia terpaksa menjadi seorang tentara anak-anak karena perang saudara di negerinya, Sierra Leone (salah satu negara di Benua Afrika), dimana perang tersebut telah merenggut keluarganya. Pilihannya hanya ada dua: Masuk menjadi tentara di salah satu pihak, atau mati di bunuh salah satu dari mereka (Tentara Pemerintahan atau Tentara Pemberontak).

      Seperti apakah perang di mata para tentara anak-anak? Bagaimana anak-anak bisa berubah menjadi seorang pembunuh? Bagaimana pula mereka bisa berhenti membunuh dan kembali menjadi warga sipil? Tentara anak-anak sudah ditulis profilnya oleh para jurnalis, namun hanya sedikit yang berada di dalam neraka itu dan berhasil keluar dengan selamat untuk kemudian menceritakannya kepada dunia. Ishmael Beah menuliskannya untuk Anda.

      Ismael Beah menjadi tentara anak-anak pada umur 12 Tahun. Dia direkrut oleh pasukan pemerintah Sierra Leone untuk melawan pasukan pemberontak. Bersama anak-anak lain, Beah dididik menjadi mesin pembunuh tanpa rasa takut. Mereka dilatih membunuh tawanan tanpa mengenal belas kasihan. Untuk meningkatkan keberanian dan kekuatan, mereka dijejali dengan berbagai macam narkoba, seperti amphetamine, mariyuana, dan campuran kokain dengan bubuk mesiu yang dikenal dengan nama brown-brown. Setelah mengisap brown-brown, anak-anak ini berubah menjadi pembantai yang kejam dan mampu tidak tidur hingga berhari-hari. Dimana Ismael Beah berani bercerita secara detail bagaimana dia menggorok leher salah satu tentara pemberontak yang tertangkap, serta menembak kepala tahanan dalam jarak dekat dengan menggunakan senjata AK-47.

      Bagi anak-anak ini, kekacauan akibat perang saudara di negeri itu menjadikan mereka berada di posisi sulit. Inilah kisah seorang anak yang kehilangan masa kanak-kanaknya, kemudian BERHASIL mendapatkannya kembali.