Kamis, 04 Oktober 2012

LIFE WITHOUT LIMITS


Tanpa Lengan & Tungkai

            “Orang kerap bertanya bagaimana aku bisa bahagia walaupun tidak punya lengan dan tungkai. Jawaban cepatku adalah aku punya pilihan. Aku bisa merasa marah karena tidak punya tungkai, atau aku bisa bersyukur karena punya tujuan. Aku memilih sikap bersyukur. Kau juga bisa melakukannya.”—Nick Vujicic
           
Life Without Limits adalah buku inspiratif yang ditulis oleh orang biasa. Nick Vujicic, yang terlahir tanpa lengan dan tungkai, mengatasi cacat tubuhnya dengan menjalani kehidupan yang tidak hanya mandiri, tapi juga kaya dan penuh; menjadi teladan bagi siapa pun yang mencari kebahagiaan abadi. Dia sekarang merupakan pembicara motivasi yang sukses secara internasional dan pernah datang di Indonesia seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya. Pesan utamanya adalah: tujuan terpenting siapa pun adalah menemukan tujuan hidup, terlepas dari kesulitan apa pun atau rintangan apa pun yang sepertinya mustahil dilalui.
            Nick menceritakan cacat fisik dan pertempuran emosi yang dialaminya saat berusaha mengatasi keadaannya semasa kecil, remaja, dan menjelang dewasa muda. “Untuk waktu yang terasa sangat lama dan sepi, aku bertanya-tanya apakah ada orang lain di dunia ini yang seperti aku, serta apakah ada tujuan lain dalam kehidupanku selain rasa sakit dan terhina.” Dia berbagi tentang bagaimana imannya terhadap Tuhan menjadi sumber kekuatan utamanya dan menjelaskan bahwa begitu dia menemukan tujuan kehidupan—menginspirasi orang lain untuk menjadikan kehidupan mereka serta dunia lebih baik—dia mendapatkan kepercayaan diri untuk membangun kehidupan tanpa batas yang produktif dan membawa berkah.
            Buku ini juga sangan menginspirasi bagi kita semua yang berada dalam kondisi yang normal dan sehat, oleh karena itu anda wajib membaca buku ini. Ada sedikit catatan koreksi dari pembaca yaitu kurangnya FOTO atau DOKUMENTASI yang di lampirkan di dalam buku ini sehingga sebagai pembaca kita hanya bisa menghayal saja tanpa melihat kondisi yang sebenarnya. Disamping itu pula anda dapat mengunjungi website nya di http://lifewithoutlimbs.org & www.nickvujicic.com

Senin, 17 September 2012

A Long Way Gone

Ismael Beah
      Di dalam lebih dari 50 Konflik penuh kekerasan di dunia ini, diperkirakan ada 300.000 Personel Tentara Anak-Anak. Ishmael Beah adalah salah satunya dan dia berasal dari desa MATTRU JONG. Dia terpaksa menjadi seorang tentara anak-anak karena perang saudara di negerinya, Sierra Leone (salah satu negara di Benua Afrika), dimana perang tersebut telah merenggut keluarganya. Pilihannya hanya ada dua: Masuk menjadi tentara di salah satu pihak, atau mati di bunuh salah satu dari mereka (Tentara Pemerintahan atau Tentara Pemberontak).

      Seperti apakah perang di mata para tentara anak-anak? Bagaimana anak-anak bisa berubah menjadi seorang pembunuh? Bagaimana pula mereka bisa berhenti membunuh dan kembali menjadi warga sipil? Tentara anak-anak sudah ditulis profilnya oleh para jurnalis, namun hanya sedikit yang berada di dalam neraka itu dan berhasil keluar dengan selamat untuk kemudian menceritakannya kepada dunia. Ishmael Beah menuliskannya untuk Anda.

      Ismael Beah menjadi tentara anak-anak pada umur 12 Tahun. Dia direkrut oleh pasukan pemerintah Sierra Leone untuk melawan pasukan pemberontak. Bersama anak-anak lain, Beah dididik menjadi mesin pembunuh tanpa rasa takut. Mereka dilatih membunuh tawanan tanpa mengenal belas kasihan. Untuk meningkatkan keberanian dan kekuatan, mereka dijejali dengan berbagai macam narkoba, seperti amphetamine, mariyuana, dan campuran kokain dengan bubuk mesiu yang dikenal dengan nama brown-brown. Setelah mengisap brown-brown, anak-anak ini berubah menjadi pembantai yang kejam dan mampu tidak tidur hingga berhari-hari. Dimana Ismael Beah berani bercerita secara detail bagaimana dia menggorok leher salah satu tentara pemberontak yang tertangkap, serta menembak kepala tahanan dalam jarak dekat dengan menggunakan senjata AK-47.

      Bagi anak-anak ini, kekacauan akibat perang saudara di negeri itu menjadikan mereka berada di posisi sulit. Inilah kisah seorang anak yang kehilangan masa kanak-kanaknya, kemudian BERHASIL mendapatkannya kembali.

Kamis, 06 September 2012

Si Anak Singkong

Si Anak Singkong

           Buku biografi ini merupakan buku ynag dalam proses membahas dan meneliti sisi hidup Chairul Tanjung kurang maksimal atau secara kronologis masih kurang lengkap, sehingga yang tergambarkan hanya pada sisi-sisi sukses belaka. Dimana dengan kurangnya penelitian dalam melakukan pengembangan cerita mengakibatkan alur cerita dalam buku ini serasa MONOTON dan membuat pembaca tidak bisa merasakan INSPIRASI yang ada di dalam cerita tersebut.
            Disamping itu pula setiap detail cerita yang dituangkan oleh penulis tidak menggambarkan bagaimana perjuangan yang dilakukan Bung CT secara detail. Jika para pembaca ingin mengetahui siapa & bagaimana sepak terjang Bung CT dalam mencapai bisnis/usaha yang sukses, anda wajib membaca buku ini.
            Tetapi biar bagaimanapun Chairul Tanjung merupakan salah satu tokoh muda yang sukses dalam membangun komunitas bisnisnya, dan bukan berangkat dari sesuatu yang sudah besar. Perjuangannya dalam membangun apa yang telah dicapainya sampai saat ini tidak terlepas dari kepemimpinan & visi yang dimilikinya dalam ikut serta membangun negara ini.
            Sosok Chairul Tanjung mengingatkan pada konsep filosofi “DARI TIADA MENJADI ADA”. Di tangan Bung CT, konsep itu menjadi RIIL. Berkat ketekunan & kerja kerasnya, Chairul Tanjung berhasil menciptakan sekian usaha baru yang bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, & banyak orang. Diantaranya menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 75.000 karyawandan mengharumkan nama INDONESIA di mata Internasional.
            Chairul Tanjung memiliki idealisme bahwa perusahaan lokal pun bisa menjadi perusahaan yang bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Dia tidak menutupi diri untuk bekerjasama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri. Baginya ini bukan upaya menjual negara. Akan tetapi, merupakan upaya perusahaan Nasional Indonesia bisa berdiri sendiri dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hal ini di apresiasi agar Indonesia dapat bersaing di kancah dunia. DIA’lah PEMILIK TRANS CORP......

Jumat, 10 Agustus 2012

Sepatu Dahlan

Sepatu Dahlan

Buku ini bukanlah Biografi dari Dahlan Iskan tetapi berupa Novel dari sebuah cerita yang di Ilhami masa kecil seorang anak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Dialah DAHLAN kecil yang lugu dan hidup dalam keluarga miskin di Kota Magelang. Kelaparan adalah sahabat sehari-hari banginya maupun ZAIN adiknya.
            Kehidupan telah mendidik DAHLAN kecil dengan keras. Baginya rasa PERIH karena LAPAR adalah sahabat baik yang enggan pergi. Begitu pula dengan LECET di kakinya, sebagai bukti perjuangan dalam meraih ILMU. Dia harus berjalan berkilo-kilometer untuk bersekolah tanpa alas kaki alias “NYEKER”.
            Tak hanya itu, sepulang belajar, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukannya demi sesuap “TIWUL”. Mulai dari Nguli Nyeset, Nguli Nandur, sampai melatih tim voli anak-anak juragan tebu. Semua itu tak membuat Dahlan putus asa. Tak juga berarti keriangan masa kanak-kanaknya hilang. Ketegasan sang Ayah dan kelembutan hati sang Ibu, membuatnya tetap bertahan.
            Persahabatan yang murni menyemangatinya untuk terus berjuang. Dan apapun yang terjadi, Dahlan terus berusaha mengejar DUA cita-cita besarnya yaitu “SEPATU” & “SEPEDA”. Dialah anak miskin yang menikmati kemiskinannya & bukan untuk ditakuti ataupun disesali.
Ingatlah: “Setiap Orang Berhak Atas Keberhasilan Dalam Hidupnya, Tidak Peduli Dia Lahir Dari Keluarga Miskin”.
Dan salah satunya adalah: “Lebih Baik Miskin Harta Dari Pada Miskin Iman”
...... ”It’s A Must Read” ......
Tunggu buku berikutnya..... “SURAT DAHLAN” .......

Senin, 30 Juli 2012

DUA TANGIS DAN RIBUAN TAWA

CEO NOTE
CEO NOTE adalah salah satu bentuk komunikasi seorang pimpinan kepada seluruh karyawannya. Cara ini terbukti efektif dalam menyampaikan PESAN, SEMANGAT, serta PUJIAN. Inilah cara yang dilakukan oleh DAHLAN ISKAN sebagai CEO PLN dalam menyampaikan informasi kepada seluruh karyawan PLN di Indonesia.
          Bagaimana seorang DAHLAN ISKAN dengan memakai logika dan “COMMON SENSE” dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di PLN. Dengan modal Intergritas dan Kearifan, pemimpin yang komunikatif & demokratis, dia mampu mengubah kultur PLN yang Birokratis Mopolis menjadi “BINATANG” Korporasi yang berorientasi kepada pelanggan.
          Dan bagaiman pula dia memimpin sambil belajar dan belajar sambil mendidik melalui pengambilan keputusan yang Efektif & Berani, hanya untuk mencapai misinya: “To Beat Malaysia”. Bagi masyarakat yang tidak begitu mengenal masalah kelistrikan di dalam PLN, maka anda wajib membaca buku ini. Dan anda akan mengerti bagaimana permasalahan serta kendala kelistrikan di Indonesia.
          Berbahagialah kita yang sudah mendapat penerangan dari PLN karena masih banyak saudara-saudara kita yang belum mendapat penerangan listrik di daerah-daerah terpencil di wilayah Indonesia.
          Di dalam buku ini ada satu pepatah yang unik dan perlu kita renungkan bersama yaitu “GUNUNG TIDAK PERLU TINGGI YANG PENTING ADA DEWANYA, SUNGAI ITU TIDAK PERLU DALAM YANG PENTING ADA NAGANYA”.
Buku ini menjadi inspirasi perubahan bagi seluruh masyarakat Indonesia dan khususnya bagi seluruh karyawan PLN untuk menjadi lebik baik dalam memenuhi kebutuhan energi di daerah dan seluruh Indonesia.

Senin, 16 Juli 2012

Kisah INSPIRATIF DAHLAN ISKAN

Habis Gelap Terbitlah Terang

Siapa seorang lulusan pesantren Sabilil Muttaqien di Magetan menjadi wartawan pertama yang diangkat sebagai Direktur Utama BUMN oleh Presiden?
Dialah Dahlan Iskan.
Sosok MAN OF ACTION, Usai dilantik sebagai Direktur Utama PLN, lewat Program 1 juta sambungan dalam 1 hari, permasalahan listrik selama 65 tahun berhasil dipecahkannya hanya dalam 1 tahun kepemimpinan.
Sosok SEDERHANA dengan IDE CEMERLANG, Prinsip hidup – Fokus; mengandalkan Pengalaman, Intuisi, dan Feeling – membawanya pada konsep pengalihan pemakaian BBM ke GAS, yang berarti efisiensi pada pengeluaran negara.
Sosok PROGRESIF sekaligus NYELENEH, Si Raja koran dari Surabaya – yang memiliki 190 koran lokal dan 34 televisi lokal, percetakan, bisnis listrik dan perkebunan itu, berinisiatif menandatangani pernyataan untuk meninggalkan semua bisnisnya demi fokus pada PLN.
Bahkan, tanpa pernah menjelaskan alasannya, dia Tidak Pernah Mengambil Gaji & Fasilitas lainnya sebagai Direktur Utama PLN.
Dialah “THINKING OUTSIDE THE BOX”

Kamis, 07 Juni 2012

... "Menegakkan Akal Sehat" ...

Menegakan Akal Sehat

Buku ini adalah catatan kecil dari Dahlan Iskan mengenai permasalahan yang terjadi di negri kita. Dimana setiap permasalahan tersebut di bahas dengan pola pikir yang Sederhana serta Lugas sehingga mudah dicerna bagi para pembacanya.
Mulai dari “PILIH BBM NAIK atau APBN JEBOL?” hingga “KERETA PELURU Made In CHINA”. Bagaimana sudut pandangnya dalam melihat suatu permasalahan dari sisi POSITIF-nya, sehingga setiap permasalahan-permasalahan yang terjadi dapat diselesaikan secara ARIF & BIJAKSANA.
Oleh karenanya kita perlu Menegakan Akal Sehat. Semoga setelah anda membaca buku ini, anda tetap memiliki AKAL YANG SEHAT. Dan yang perlu kita Hayati adalah:
“HINDSIGHT” = “Kemampuan Memahami Sesuatu Setelah Sesuatu Itu Terjadi”
“FORESIGHT” = “Kemampuan Memahami Sesuatu Sebelum Sesuatu Itu Terjadi”